KECERDASAN EMOSI SEORANG IBU

Kehidupan keluarga merupakan sekolah kita yang pertama untuk mempelajari emosi.
Didalam lingkungan masyarakat yang terkecil ini, kita belajar bagaimana perasaan kita sendiri ; bagaimana orang lain bereaksi terhadap perasaan kita ; bagaimana kita memikirkan perasaan ini dan pilihan apa yang kita miliki untuk bereaksi ; bagaimana kita membaca dan mengungkapkan harapan serta rasa takut.

Berhasil tidaknya seseorang dalam mempelajari hal-hal tersebut, sangat tergantung pada orang tua. Orang tua adalah orang yang paling dekat secara fisik maupun mental. Dan pada umumnya ibu merupakan orang yang memiliki waktu yang lebih banyak untuk berinteraksi dengan anak-anak. Seorang ibu dapat mudah mengenali perubahan-perubahan emosi yang terjadi dalam diri anak. Dari suara tangisan bagi seorang ibu dapat mengerti apa yang dibutuhkan oleh bayi tersebut.

Salah satu modal dasar yang harus dimiliki oleh seorang ibu agar ia maupun anaknya dapat cerdas secara emosi adalah empati, yaitu ketajaman keterampilan untuk mendengarkan dan suatu kesediaan untuk melihat segala sesuatu dari sudut pandang anak.
Untuk berempati, kita tidak membutuhkan sejumlah kata-kata. Kesabaran dan keihklasan seorang ibu untuk duduk dengan tenang disamping anak yang baru saja kematian kucing kesayangannya, sudah menunjukkan dan mewakili empati dari seorang ibu. Sikap ini menunjukkan bahwa ibu melihat kejadian ini sebagai suatu masalah yang serius dan ini bukan merupakan masalah yang sepele.
Pelukan atau belaian dipunggung seringkali lebih banyak berbicara daripada kata-kata, terutama bila anak sedang bergelut dengan kesedihan atau rasa takut.

Dengan berempati anak akan melihat orang tuanya sebagai sekutu, sebagai seorang sahabat. Ketika anak merasa akrab secara emosional dengan ibunya, maka ibu dapat memanfaatkan ikatan ini untuk menolong anak untuk mengerti dan mengatur perasaan mereka serta menyelesaikan masalah atau konflik yang dialami anak.
Anak-anak yang dapat merasakan dukungan dan kasih sayang orang tuanya diharapkan akan semakin terlindung dari ancaman kekerasan perilaku remaja, tindakan anti sosial, kecanduan obat-obatan terlarang, kegiatan seksual yang terlampau dini diusia remaja dan penyakit-penyakit sosial lainnya. Semoga…

Categories: tahukah kamu... | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Blog di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: