apa itu DIsleksia?..

Kata disleksia dapat bermakna luas dan sempit, disleksia berarti berbagai bentuk kesulitan yang berhubungan dengan kata-kata. Misalnya, kesulitan mengeja, membaca, menulis, juga dalam memahami kata-kata. Dalam arti sempit, disleksia berarti timbulnya kesulitan membaca teknis. Kesulitan membaca pada anak disleksia biasanya terjadi karena adanya kesalahan teknis, misalnya membaca dengan kata yang terbalik-balik. Seharusnya “on” tapi dibaca “no”, seharusnya “jarang” tetapi dibaca “Rajang”,dan sebagainya. Sebenarnya bukan karena mereka tidak bisa namun bingung dengan huruf yang memiliki bentuk mirip.
Disleksia merupakan istilah yang banyak digunakan. Kata ini dapat diartikan secara sempit maupun dalam arti yang lebih luas. Kata “disleksia” berasal dari bahasa Yunani:- “dys” = kesulitan- “lexis” = kata-kata. Disleksia seringkali dipahami sebagai kesulitan membaca secara teknis atau segala bentuk kesulitan yang berhubungan dengan kata-kata, seperti kesulitan membaca, mengeja, menulis, maupun kesulitan untuk memahami kata-kata.
Tanda-tanda disleksia tidaklah terlalu sulit dikenali apabila para orangtua meperhatikan anaknya secara cermat. Hasil penelitian telah menjelaskan semakin dini deteksi disleksia pada anak akan semakin baik. Waktu yang ideal untuk memulai program remediasi adalah antara usia empat sampai tujuh tahun. Disleksia dapat disembuhkan dan peran orangtua sangat diperlukan untuk terlibat aktif untuk penyembuhan disleksia pada anak. Dukungan orangtua merupakan sumber utama bagi kesembuhan disleksia pada anak.
Pemahaman bacaan bukanlah suatu keterampilan yang berdiri sendiri, melainkan melibatkan suatu keterampilan yang lebih kompleks yang terdiri atas berbagai komponen dan dipengaruhi berbagai faktor. Dengan memahami komponen-komponen keterampilan yang diperlukan dalam pemahaman bacaan, masalah yang dialami anak dengan kesulitan membaca akan dapat lebih mudah digambarkan dan dianalisis.
Dengan mengetahui secara detail tentang perkembangan anak, maka akan lebih mudah untuk mengerti dan memahami tahap-tahap stimulasi yang dibutuhkan anak, sehingga perkembangan anak dapat berjalan semakin lancar dan bagian-bagian yang mengalami hambatan dapat dipulihkan, dan dengan itu membuat perkembangan anak secara keseluruhan yang tadinya berjalan ditempat bisa berkembang normal kembali sesuai usianya.
Melalui kerjasama antara pendidik di sekolah, terapis/shadow teacher dan orangtua di rumah, tidak berarti anak harus mengerjakan program yang sama atau stimulus rangsangan yang serupa akan tetapi boleh dengan tema yang berbeda, sehingga hambatan/kesulitan dalam perkembangan anak dapat diatasi dengan baik. Untuk memudahkan orangtua mengikuti kemajuan dari perkembangan anaknya dianjurkan agar selalu menyediakan buku catatan sendiri yang berisi data-data kemajuan yang telah dikonsultasikan pada terapis/pendidik di sekolah. Selain itu bila memungkinkan, sebaiknya orangtua di rumah juga menyediakan alat-alat peraga atau mainan-mainan yang bisa ikut menunjang perkembangan anak di sekolah yang tentu saja harus disesuaikan dengan kemampuan anak itu sendiri dan berdasarkan masukan/saran dari terapis/pendidik. Anak dileksia membutuhkan dukungan dari lingkungan sekitarnya, termasuk anggota keluarga. Dukungan ini sangat berarti bagi anak untuk melawan disleksia. Peran orangtua dengan menyediakan buku bacaan dirumah akan membantu anak dalam membangun rasa percaya dirinya. Dukungan (supportive) juga dapat membantu anak berhasil dalam bidang lainnya seperti olahraga, hobi, dan kesenian.
Tanpa deteksi yang tepat dan benar, maka bantuan pun sulit untuk dirancang dan dijalankan agar anak bisa mencapai perkembangan yang sudah ditargetkan. Memang untuk dapat menentukan hal seperti ini sebaiknya orangtua lebih tanggap untuk segera mencari opini-opini lain seperti misalnya dari Dokter Spc anak, Dokter THT, Dokter Mata, Psikiater Anak, Terapist dll. Setelah itu semua data yang diberikan kemudian dikumpulkan dan diberikan kepada pendidik/terapist dimana anak di sekolahkan untuk bisa dicerna dan dijelaskan kembali kepada orangtua sesuai dengan bahasa yang mudah serta dipahami oleh orangtua/orang awam. Kemudian didiskusikan dan orangtua mengambil keputusan untuk memakai shadow teacher (guru pendamping), bisa dari luar atau disediakan oleh sekolah dengan biaya ekstra, sambil melakukan terapi-terapi dengan biaya yang telah disetujui sebelumnya. Dengan bantuan dan saran-saran yang tepat serta dicarikan tim pelatihan yang tepat pula yang dapat membantu perkembangan anak yang terhambat, sehingga anak dalam waktu singkat bisa berkembang normal seperti seharusnya. Biasanya anak-anak dileksia ditangani selama 1 tahun secara efektif sesuai dengan kebutuhan anak.

Categories: tahukah kamu... | Tinggalkan komentar

Navigasi pos

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.

%d blogger menyukai ini: